Postingan

Merawat Luka Batin

Gambar
Merawat Luka Batin adalah buku yang ditulis oleh seorang Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa bernama dr. Jiemi Ardian Sp.Kj. Buku ini berisi tentang proses berpikir, bukan sekadar berpikir dengan positif. Saat perasaan sedang tidak baik-baik saja, terlebih pada keadaan depresi, proses pikir kita biasanya ikut andil dalam memperburuk keadaan. Namun, sulit bagi kita untuk menyadari proses berpikir yang bermasalah ini karena kita menganggapnya sebagai cara kita melihat realitas. Menyadari pikiran yang keliru saat hal itu muncul bukanlah hal yang mudah. Buku ini memuat beberapa pola untuk membentuk cara berpikir yang tepat. Tak hanya orang-orang yang sedang merawat luka batin, para caregiver dan penyintas depresi juga bisa menarik manfaat dari buku ini. Semoga buku ini juga bisa menghapus stigma tentang depresi dan menunjukkan bahwa gangguan kejiwaan, termasuk depresi, bisa dialami siapa saja. order klik link ini #merawatlukabatin #bukumotivasi #bukuterbaik #bukubestseller

Memorizing Like an Elephant

Gambar
Yudi Lesmana adalah satu di antara 149 Grandmaster of Memory di dunia. Dia sangat bersemangat dalam memajukan olahraga daya ingat (memory sport) di Indonesia; dia mengirim tim Indonesia untuk mengikuti beberapa kejuaraan daya ingat, seperti Japan Friendly dan Philippine Open, dan memenangi beberapa medali emas. Prestasi ini memperlihatkan bahwa kemampuan untuk mengingat sesuatu bisa dipelajari, dilatih, dan diajarkan. Buku memori ini, tak diragukan, ditulis oleh seseorang yang berpengalaman dan ahli di bidangnya, karena Yudi lah satu-satunya orang Indonesia yang mampu masuk dalam peringkat 50 besar dunia. Buku ini menjelaskan bagaimana mengingat dengan benar, sebagaimana dilakukan oleh atlet-atlet daya ingat dalam kejuaraan dunia daya ingat, World Memory Championship. Disajikan dengan cara yang ringan, kocak, dan mudah dipahami. Selamat melatih daya ingat dan selamat bergabung dengan “brain stars club“.

Ketika Aku Tak Tahu Apa Yang Kuinginkan

Gambar
Apa yang benar-benar aku inginkan? Apakah aku sudah hidup dengan benar? Bagaimana aku harus menjalani hidup ke depannya? Kehidupan laksana rangkaian pertanyaan yang tiada berakhir. Menemukan jawabannya dengan kekuatan sendiri tidaklah mudah. Mengapa hatiku selalu merasa sepi dan hampa? Mengapa bertemu orang lain menjadi hal yang melelahkan? Mengapa aku tidak merasa bahagia padahal sudah menjalani hidup dengan sebaik-baiknya? Apakah hidup tanpa jiwa seperti ini bisa disebut kehidupan? Kalau pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus berputar di kepala, kita jadi kelelahan dan kehilangan semangat melakukan segala hal. Kita jadi bisa sering menangis tiba-tiba. Tangisan yang muncul dari luapan emosi kita yang terpendam ketika menjalani hari-hari yang sibuk—tak punya waktu untuk menenangkan hati dan tubuh yang letih atau memikirkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dalam tujuh tahun terakhir, penulis buku ini membagikan berbagai kalimat baik melalui berbagai aktivita...

Things Left Behind

Gambar
Hal-hal yang Kita Pelajari dari Mereka yang Telah Tiada Apakah yang akan terjadi setelah kita mati? Bagaimanakah kisah sesungguhnya di balik kematian seseorang? Sungguhkah kesepian bisa membuat orang kehilangan semangat hidup? Mengapa ada orang yang memutuskan untuk bunuh diri? Buku ini mengungkap beragam kisah nyata di balik kematian yang diceritakan oleh seorang pengurus barang-barang peninggalan orang yang sudah meninggal, baik yang meninggal karena sebab natural maupun tidak—misalnya pembu-nuhan atau bunuh diri. Saat diminta membersihkan barang milik orang yang telah meninggal, terkadang ditemui kasus-kasus mengejutkan, seperti orang tua yang meninggal tanpa diketahui orang lain dan jenazahnya baru ditemukan berminggu-minggu kemudian. Ditulis dengan jernih dan menyentuh, buku yang mengilhami K-drama Move to Heaven ini menggabungkan pengalaman pribadi dan renungan personal dengan bahasa yang mengalir dan enak dibaca. Inilah buku menarik yang akan membuat pembaca menangis...

Personal Branding Bisa Mengubah Takdir

Gambar
"Jenang jatuh tidak masalah sebab masih bisa dimakan, tapi kalau jeneng yang jatuh itu sudah pasti tidak bisa dimakan lagi." Falsafah jawa di atas selalu menjadi inspirasi saya. Falsafah tersebut berarti jika harta yang jatuh, kita bisa memungut dan mencari harta itu lagi. Namun, jika reputasi dan nama (jeneng) yang jatuh, kita akan terbuang, tidak dipercaya, dan tidak akan bisa bermanfaat lagi. Reputasi itu penting dan bisa mengubah takdir. Berbekal reputasi, kita tidak memerlukan uang untuk mendapatkan yang diinginkan. Hal itu juga berlaku untuk keberhasilan dan kesuksesan, kita akan lebih mudah mencapainya jika punya reputasi sebagai pekerja keras yang terus giat berusaha. Buku ini bukan buku motivasi. Buku ini berisi pengalaman dan pengetahuan bisnis yang ingin saya bagikan kepadamu. Dalam buku ini, saya akan menjelaskan banyak tentang reputasi (personal branding) yang sangat berguna dalam bisnis. Jadi, bangunlah dari rebahan! Baca buku ini dan mulai saat ini ...

Bisakah Aku Yang Pelupa Memiliki Ingatan Super?

Gambar
 teknologi membuat semua orang bergantung padanya, terutama pada smartphone. Akibatnya, kita mulai malas untuk mengingat, karena semua hal dalam keseharian kita bisa dilakukan oleh smartphone. Sayangnya, jika otak kita tidak dilatih untuk mengingat, akan banyak dampak buruk yang akan terjadi di masa depan, salah satunya adalah demensia. Sekarang pun demensia tidak hanya dialami orang lansia, tetapi juga mereka yang masih remaja hingga usia 30-an. Karenanya, perlu dilakukan pencegahan sebelum semakin memburuk. Salah satu caranya adalah dengan melatih daya ingat dengan menggunakan beberapa metode memori. Di dalam buku ini Anda dapat menemukan metode memori yang sederhana dan praktis, juga lembar latihan untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari secara langsung. Jika disiplin berlatih, dalam beberapa bulan saja Anda akan menjadi genius memori, seseorang yang bisa mengingat apa pun tanpa perlu buku catatan ataupun reminder dari smartphone!  Pemesanan: WA 0896581726...

Berpegang Pada Kebenaran

Gambar
Kebenaran adalah batu fondasi dari setiap karakter hebat. Ia adalah kesetiaan pada sesuatu yang kita yakini benar; suatu keberanian untuk menjalani kehidupan selaras dengan cita-cita. Selalu, kebenaran adalah kekuatan. Sementara, ketenangan adalah pengendalian diri yang luar biasa. Ia merupakan sifat paling langka dalam diri manusia. Dengan fokus pada tujuan, kepercayaan diri, dan kekuatan sadar, ia dalam sekejap siap diarahkan untuk berhadapan dengan krisis apa pun. Buku ini akan memandu Anda memupuk dua hal kunci tersebut. Melalui karya motivasi abadi ini, William George Jordan mengajari dan membimbing untuk memperkuat karakter dan mental Anda, sehingga siap menghadapi tekanan dan tantangan apa pun sehari-hari. Sejak pertama terbit, buku ini telah banyak diperbincangkan. Dianggap sangat penting secara kultural di masa kini, naskahnya yang sempat terserak dikumpulkan dan dibukukan kembali. Meskipun ditulis pada pergantian abad ke-19 ke abad ke-20, pesan-pesannya masih sa...